Lebih khusyuk, dan mendalami.
Menimbun doa..
Dengan cara ini ku terbiasa.
Mengurutkan huruf demi huruf, merangkai kata dengan kata agar tercipta
kalimat indah dan menyentuh hati mu, menyusun setiap kalimat dengan
Bissmillah..
Lagi dan lagi membacanya kembali..
Mengulang dan terus membaca hingga tertetes satu tetesan dari kanan
dan kiri..
Kesengsaraan batin yang mendalam, kekecewaan merasuki jiwa yang baru
saja menemui kebahagiaan, kesedihan seperti masa dulu kembali lagi mengatapi
hari-hariku, tekanan yang kembali menjadi bumi injakan langkahku, tangisan
keikhlasan yang terbebas dari siksaan kini kembali ku tapaki,rekaman Allah akan
setia menunggu, perhitungan-Nya telah siap untuk menentukan dimana aku akan
berakhir dalam perjalanan yang memilikan ini.
Jika menjadi gila adalah jalan keluar, aku ingin selamanya menjadi
wanita gila karena masa lalu.
Jika memotong urat nadi ini adalah sarana membuat kebahagiaan itu
kembali, akan aku lakukan demi perinsipku.
Sayangnya tak ada pilihan dalam hidupku untuk saat ini.
Tidak ada macam-macam gerbang yang mesti ku tentukan tuk dijalani.
Tapi inilah pilihanku dulu kala, mungkin kini ku sedang berada dalam
ruang yang mana gerbang utamanya telah ku tentukan dengan indah.
Kejujuranku akan teruji untuk yang kedua kalinya..
Aku siap jika ini memang takdirku, inilah prinsipku dalam hidup yang
ingin ku laksanakan hingga aku tak lagi di izinkan untuk bernafas.
Ya Allah....
ajari hamba-Mu ini untuk Tawadhu
ajari hamba-Mu ini untuk Tawakal
ajari hamba-Mu ini untuk Ikhlas
ajari hamba-Mu ini untuk Bersabar
Sartikah Hidayat
30 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar